PKS dan Demokrat Belum Tentukan Sikap Soal Anies, Diduga Cium Politik Dua Topeng

  • Bagikan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) bersama Anies Baswedan di NasDem Tower, Jakarta, Senin (3/10). FOTO: Ricardo/JPNN.com.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pasca Partai Nasdem mengumumkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024.

Dua partai yang digadang-gadang juga akan mengusung Gubernur DKI Jakarta itu belum menentukan sikap. Kedua partai itu adalah PKS dan Partai Demokrat.

Kritikus Faizal Assegaf menyebut partai oposisi saat ini, PKS dan Demokrat sangat berhati-hati melihat pergerakan Anies Baswedan dan Ketum Nasdem, Surya Paloh.

"Wajar bila oposisi bersikap hati-hati dengan akrobat Baswedan & Surya Paloh," ungkapnya dikutip Fajar.co.id di akun Twitter miliknya, Kamis (6/10/2022).

Faizal menyebut drama Anies Baswedan mulai sedikit terkuat. Terlebih saat Anies mengakui mendapat restu dari Jokowi untuk diusung oleh Nasdem.

"Sudah saya tegaskan bahwa Anies adalah 'olibekas' yang kembali ke habitatnya untuk digembala oligarki jadi Capres 2024," sebutnya.

"Ihwal itu kini terjawab, hubungan mesra olibekas & oligarki berjalan mulus di atas politik belah bambu. Ga peduli etika, moral & kejujuran. Yang penting tujuan perburuan kekuasaan tercapai. Memalukan!," sambungnya.

Gaya politik yang dilakukan Anies dan Nasdem menurut Faizal bakal memperpanjang perpecahan akibat Pilpres. Seperti kasus cebong dan kampret di Pilpres 2019 lalu.

"Modus politik ginian gambaran busuknya 'politik dua topeng'. Akibatnya rakyat terjebak polarisasi secara tidak tidak beradab," jelasnya.

"Hasilnya rakyat dipermainkan, terjebak saling prasangka & terkotak-kotak. Sementara anda bangga atas prestasi persahabatan dalam ikatan kepentingan kekuasaan," pungkasnya. (msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan