Sederet Fakta Gas Air Mata, Kandungan hingga Efek Fatal Jika Terhirup

  • Bagikan
ILUSTRASI. Dampak dari kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan orang, sebanyak 25.000 orang sudah menandatangani petisi menolak polisi menggunakan gas air mata. (ISTIMEWA)

Mata dan sistem pernafasan menjadi sasaran utama akibat paparan gas air mata. Akan terjadi iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Mata akan terasa nyeri saat berkedip, merah akibat peradangan, dan menghasilkan air mata akibat perih yang dihasilkan oleh gas air mata.

Beberapa ahli berpendapat kandungan gas air mata bisa menyebabkan lecet pada kornea mata. Dan jika tidak sengaja menghirup gas air mata akan berpengaruh pada sistem pernapasan yang membuat perih yang menyebabkan hidung menjadi berair, sesak dan nyeri di dada, perih pada tenggorokan, sesak napas, batuk, hingga kesulitan untuk bernafas.

Gas air mata yang terpapar akan sembuh dalam 10-30 menit tetapi ada juga yang berefek 12-24 jam.

Selain iritasi pada mata dan sistem pernapasan, paparan gas air mata juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit yang berlangsung selama berhari-hari dengan gejala gatal pada kulit, ruam, melepuh atau luka bakar.

Mengingat dampak paparan gas air mata sangat berpengaruh untuk kesehatan, penggunaan gas air mata memiliki aturan khusus. Termasuk aturan menembakkan gas air mata dari jarak jauh, penggunaan khusus untuk luar ruangan, dan penggunaan campuran bahan kimia dengan konsentrasi serendah mungkin. (mg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan