7 Oktober Ditetapkan sebagai Hari Bakti Pendamping Desa, Ini Penjelasan Menteri Abdul Halim Iskandar

  • Bagikan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI telah menetapkan 7 Oktober sebagai Hari Bhakti Pendamping Desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar mengatakan, pilar utama pembangunan desa adalah pemberdayaan masyarakat desa.

Menurutnya, peningkatan kualitas hidup dam kesejahteraan warga harus ditempuh dengan memberdayakan masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat desa dikelola dan dijalankan dengan metode pendampingan masyarakat desa.

“Di desa, kegiatan pendampingan dijalankan oleh tenaga pendamping profesional yang kini dikenal dengan pendamping desa,” ucap kakak dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ini, Jumat, (7/10/2022).

Dia menjelaskan, tanggal 7 Oktober 2016 yang lalu menjadi hari pertama para pendamping desa siap bertugas di desa pasca jalani kegiatan pra tugas yang digelar serentak di delapan region dari Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado hingga Jayapura.

Sejak saat itu pula, pendamping menyatu dengan warga di desa, memancarkan rencana besar pembangunan desa untuk kebangsaan desa demi mewujudkan kemandirian desa.

”Maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim saya Abdul Halim Iskandar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan dan menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari bakti pendamping desa,” ungkapnya.

“Pendamping desa, anak kandung kementerian desa ujung tombak pembangunan desa dan juga roh sekaligus energi kebangkitan desa. Semoga kehadiran pendamping desa mampu memudahkan desa, menumbuhkan optimisme warga serta membawa keberkahan untuk desa-desa di Indonesia. Alfatihah,” tandas Pria kelahiran Jombang Jawa Timur ini. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan