Anggap Tragedi Kanjuruhan sebagai Musibah, Netizen ke PSSI: Cuci Tangan hingga Bersih

  • Bagikan
Suasana detik-detik terjadinya tragedi Kanjuruhan.

FAJAR.CO.ID -- PSSI mengatakan bahwa insiden usai laga Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 pada Sabtu (1/10) lalu adalah musibah.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Iwan Budianto, menyebut Tragedi Kanjuruhan terjadi bukan karena miskomunikasi polisi dan panpel Arema FC.

"Enggak, saya enggak menganggap itu (Tragedi Kanjuruhan) karena miskomunikasi. Ini musibah, kami sedang melakukan evaluasi sekarang, hari ini juga kami melakukan evaluasi," kata Iwan, Kamis (6/10/2022).

Pernyataan itu pun sontak jadi bahan gunjingan netizen. Tampak di jagad twitter puluhan ribu penggunanya mencuitkan tagar untuk memprotes pernyataan tersebut.

Ada pun tagar terkait antara lain PSSI, UsutSampaiTuntas, dan Musibah.

"Musibah? Musibah itu kalau murni alam. Kalau karena tembakan gas air mata itu bukan musibah. Berhentilah berbohong !!!," tulis Said Didu.

"Cuci tangan hingga bersih dengan jurus "oknum" dan "musibah". Pilihan diksi ini menunjukkan jelas watak federasi sepak bola kita. Waspadai juga diksi "tanggung jawab bersama"," cuap netizen lainnya.

"Indonesia punya petinggi PSSI yang gamau tanggung jawab gini juga musibah buat kami pak," kritik lainnya.

Untuk diketahui, Tragedi Kanjuruhan menewaskan ratusan orang. Kejadian itu bermula dari sejumlah oknum suporter yang memasuki lapangan.

Kemudian, polisi menembakkan gas air mata, dan salah satu titik sasarannya adalah tribune penonton. Akibatnya, terjadi kepanikan di antara penonton dan berujung korban berjatuhan karena sesak napas. (sam/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan