Bandingkan dengan PM Korsel yang Mundur Karena Fery Tenggelam, Hilmi Firdausi: di Negeri Ini, Selevel Ketua Organisasi Saja Begitu Berat

  • Bagikan
Hilmi Firdausi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pendakwah kondang Ustaz Hilmi Firdausi, meyayangkan sikap pihak yang seharusnya bertanggungjawab pada tragedi Kanjuruhan.

Setelah tragedi mengenaskan itu, yang paling disoroti adalah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. Meskipun demikian, Iwan Bule enggan menanggalkan jabatannya.

Adapun desakan agar Iwan Bule mundur datang dari suporter dan netizen. Dia diminta ikut bertanggung jawab setelah 131 orang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.

Namun, desakan itu ditanggapi santai oleh Iwan Bule. Dia justru mengatakan bukan dirinya dan PSSI, maupun PT Liga Indonesia Baru yang harus bertanggung jawab. Tetapi panpel Arema FC.

Ustaz Hilmi lantas membandingkan dengan peristiwa di Korea Selatan. Pada bulan April 2014 lalu, Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Hong-won mengundurkan diri dari jabatannya terkait tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol yang mengakibatkan ratusan orang penumpangnya tewas.

"Di tahun 2014, PM Korsel mundur gegara tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia," ujar Hilmi Firdausi dikutip dari unggahan twitternya, @Hilmi28 (7/10/2022).

Sementara di Indonesia, kata Hilmi baru jabatan selevel pengurus organisasi olahraga saja ogah mengundurkan diri.

"Di negeri ini, selevel ketua & pengurus organisasi saja begitu berat meletakkan jabatannya dengan dalih berputar-putar. Padahal mundur adaah bentuk tanggungjawab dan rasa malu," tandas Hilmi.(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan