Cerita Anies Baswedan Tolak Jadi Cawapres 2019, Beber Alasan Janji dan Komitmen

  • Bagikan
Anies Baswedan bersama warga eks Bukit Duri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pilpres 2019 tampaknya memiliki cerita tersendiri bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Capres yang telah dideklarasikan Partai Nasdem itu, mengaku pernah ditawari cawapres.

Cerita Anies Baswedan ditawari posisi cawapres pada pilpres 2019 itu disampaikan saat silaturahmi sekaligus perpisahan dengan wartawan di Balai Kota, Balai Agung, Jakarta Pusat.

Tawaran untuk bersedia menjadi cawapres itu bahkan terjadi hingga dua kali. “Jadi ketika di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres sebagai wakil, saya tidak bersedia. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres, saya bilang tidak bersedia,” ujarnya di depan wartawan Balai Kota, Jumat (7/10).

“Kenapa? Karena saya janji untuk di Jakarta lima tahun, dan janji lima tahun itu kami ingin pegang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Anies merasa bersyukur karena dirinya bisa menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhir periode jabatannya. Hal itu, kata dia, sesuai dengan janji yang diikrarkannya sejak dulu.

“Saya bersyukur betul bahwa menuntaskan lima tahun sampai akhir. Karena itu komitmennya dulu,” ucapnya.

Orang nomor satu di DKI itu mengatakan, selama ini sudah terlalu banyak dalam proses politik di Indonesia, politikus yang senang dan terampil dalam mengungkapkan janji, tetapi di sisi lain juga jago beralibi.

“Kalau tidak tercapai, lain soal. Tapi kalau memutuskan untuk tidak menepati, itu beda karena ada situasi di mana tidak bisa terlaksana,” ungkapnya.

“Jadi alhamdulillah hari ini, seminggu dari hari terakhir, saya bersyukur sekali lima tahun itu bisa tuntas bersama dengan teman-teman semua di sini,” tandasnya. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan