DPR Mengadu Domba Aswanto dan Guntur

  • Bagikan
Fajlurrahman Jurdi

Oleh: Fajlurrahman Jurdi

(Dosen Fakultas Hukum Unhas)

Tak ada angin, tak ada bisik-bisik, tiba-tiba Aswanto, Hakim MK RI diganti. Meskipun usia jabatannya masih lama, tiba-tiba dia di copot. Mengagetkan, membingungkan dan meresahkan. Yang bikin banyak orang tercengang, penggantinya adalah Guntur Hamzah, Sekjen MK RI, kawan dekan, teman se almamater dan sahabat dekatnya, dari Fakultas Hukum Unhas. Saya ingin mendudukkan persoalan ini secara samar.

Aswanto dan Guntur

Dua professor dari Fakultas Hukum Unhas ini, adalah dua kawan yang saling menopang di MK. Aswanto adalah mantan dekan Fakultas Hukum, ahli hukum pidana, serta professor dengan gaya komunikasi yang cukup baik ke semua orang. Guntur adalah akademisi dengan banyak prestasi, pernah menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara dan Pengembangan Teknologi Informasi MK. Lalu karena kemampuan adaptasi dan komunikasinya yang baik, ia berhasil menjadi Sekjend MK RI. Suatu jabatan pestisius dan tertinggi dalam jenjang karir ASN. Sementara Aswanto, adalah Wakil Ketua MK RI, sisa selangkah lagi, ia akan menjadi Ketua MK RI. Dalam tradisi kepemimpin di MK, biasanya wakil ketua akan menjadi ketua setelah posisi jabatan ketua berakhir.

Banyak spekulasi yang mencoba “mengadu domba”, bahwa Guntur dan Aswanto bermusuhan. Mereka berdua saling menegasikan, karena kekuasaan. Menurut saya, ini tidak mungkin terjadi. Saya menyaksikan bagaimana keakraban dua akademisi Fakultas Hukum Unhas ini, serta mereka saling mensupport satu sama lain.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan