Kisah Haru Kakak yang Kehilangan Adiknya Saat Tragedi Kanjuruhan: Dia Sudah Menabung Untuk Beli Sepatu Baru

  • Bagikan
Kakak Wildan, Isaatus Sa’adah saat diwawancarai Najwa Shihab. (Youtube Narasi Tv)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Usai tragedi mengerikan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022. Seorang punya cerita haru setelah kehilangan adiknya dalam tragedi tersebut.

Tragedi yang terjadi usai laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya itu sampai saat ini tercatat menelan korban sebanyak 131 jiwa.

Salah satunya adalah Wildan, anak berusia 14 tahun yang menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.

Sang kakak Isaatus Sa’adah punya cerita haru tentang sang adik yang harus menabung untuk membeli sepatu bola baru.

Wildan sebelum berpamitan untuk melakukan rutinitasnya yakni shalawatan setiap Sabtu malam di mushallah dekat rumahnya.

Akan tetapi, dirinya berbohong menuju ke stadion untuk menonton Arema menghadapi Persebaya. Hal ini hanya diketahui oleh tetangga yang juga merupakan ustaz di dekat rumah Wildan.

“Jadi itu, di tempat saya Wildan ini sudah punya rutinitas. Jadi kalau Sabtu malam biasa pergi sholawatan kek gitu,”kata Isaatus Sa’adah kepada Najwa Shihab dikutip dari akun YouTubenya, Jumat (7/10).

“Jadi dari pihak keluarga atau ibu saya itu tidak tahu kalau adek saya (Wildan) berangkat untuk nonton bola. Dia itu berpamitan dengan ibu saya itu untuk pergi sholawatan. Dan ia hanya berpamitan untuk nonton bola itu sama ustaz di sebelah rumah aja,”tambahnya.

Baru pada pagi hari pihak keluarga Wildan termasuk sang kakak baru mengetahui pada malam itu tidak ada jadwal shalawatan.

“Itu sudah pagi harinya itu mbak, itupun bukan kabar tentang bagaimana kondisi adek saya di sana. Melainkan kabar kalau adek saya itu tidak ada jadwal shalawatan,”ungkapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan