KIB Dibentuk untuk Jegal Anies? Relawan: Biarkan Rakyat Jadi Pengadil

  • Bagikan
Anies Baswedan bertemu AHY saat mengunjungi Kantor DPP Demokrat. (Zaki/Fajar)

FAJAR.CO.ID -- Habil Marati, mantan bendahara umum PPP era Hamzah Has mengatakan bahwa KIB dibentuk untuk menjegal Anies Rasyid Baswedan menuju kontestasi pilpres 2024.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Forum Ka’bah Membangun itu secara terbuka menyatakan bahwa pergantian Ketua Umum PPP dari Suharso Monoarfa ke Plt Mardiono adalah upaya mempertahankan komitmen jegal Anies di tubuh KIB. Mungkin itulah jawaban mengapa Kemenkumham begitu cepat menerima pergantian Ketum PPP.

Habil Marati menyampaikan itu dalam wawancara dengan Hersubeno Arief dalam channel YouTube Hersubeno point.

Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Ramli Rahim menilai, upaya menjegal Anies memang sudah dan sedang dilakukan dari segala penjuru, bukan hanya 8 penjuru mata angin tapi juga dilakukan dari atas dan bawah. Padahal jika melihat rekam jejak kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta, tak ada yang perlu ditakuti dari kebijakan, sikap, dan tindakan Anies Baswedan.

Anies tak lebih hanya membangun rasa keadilan, bertindak untuk kesetaraan yang memaksanya terkadang harus berpihak pada kelompok rakyat kecil namun tetap berpedoman pada regulasi yang ada. Anies tak pernah menghambat usaha apapun selama dalam koridor aturan yang ada. Memang Anies tak bisa diajak kompromi untuk melegalkan sesuatu yang jauh dari rasa keadilan apalagi merugikan masyarakat banyak.

"Anies terbukti tak membedakan manusia berdasarkan identitas keagamaannya, identitas suku dan rasnya bahkan semua kelompok identitas itu terlindungi, terjaga, dan terbantu dalam kepemimpinan Anies selama lima tahun di Jakarta," ujar Ramli Rahim.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan