Susi Pudjiastuti Diperiksa, Warganet Seret Nama Jokowi dan Mantan Mendag, Said Didu Bilang Begini

  • Bagikan
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti telah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung atau Kejagung, Jumat, (7/10/2022) kemarin.

Menanggapi hal itu salah satu warganet, @PartaiSocmed mendesak agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi diperiksa terkait kasus impor garam.

Dia menegaskan, pemanggilan Susi Pudjiastuti justru karena kengototannya menolak kebijakan penambahan impor garam yang terlalu dipaksakan tahun 2018.

“Pembicaraan tentang penambahan impor garam sudah terjadi sejak tahun 2017. Karena Susi sebagai Menteri KKP yang memegang hak rekomendasi kuota impor garam saat itu dikenal sangat berpihak pada petani garam, maka mafia impor melakukan lobi-lobi tingkat tinggi,” ujarnya dalam unggahannya.

Atas desakan dari yang katanya "dunia industri" pembicaraan mengenai impor garam digelar kembali pada 19 Januari 2018 di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

Dalam rapat itu Menteri Ekonomi Darmin Nasution dan Menteri Industri Airlangga Hartanto mengungkapkan bahwa Pemerintah akan memberikan kemudahan industri untuk mengimpor garam sebanyak 3,7 ton.

“Berhubung Bu Susi ini orangnya 'koepig' tidak bisa ditawar2 jika menyangkut nasib anak kecil maka dicari jalan agar kewenangan KKP dalam menetapkan kuota impor garam dipreteli. Ya, di Indonesia ini mafia bisa lebih powerful dari seorang menteri. Itulah faktanya,” bebernya.

Sebelumnya kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah kepemimpinan Susi telah memberi kuota impor 2,1 juta ton dengan perhitungan yang hati-hati yakni kebutuhan garam total 2018 adalah 3,9 juta ton, perkiraan produksi nasional sebesar 1,5 juta ton dan ada sisa stok sebanyak 340 ribu ton.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan