Jokowi Sebut Rencana Reshuffle Kabinet Selalu Ada, Hasto Kristiyanto: Perlu Menteri yang Loyal dan Solid

  • Bagikan
Presiden Jokowi --Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Rencana perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju kembali mewacana. Presiden Jokowi sendiri mengakui jika rencana reshuffle selalu ada.

Hanya saja, Jokowi menegaskan dirinya belum memutuskan waktu untuk melakukan perombakan.

"Rencana selalu ada. Pelaksanaan nanti diputuskan," tegas Jokowi di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Atas wacana itu, PDIP pun mendukung rencana Jokowi mengevaluasi menteri terutama dari parpol yang tidak patuh.

Wacana reshuffle ini diduga terkait langkah Partai NasDem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Keputusan NasDem tersebut dianggap terlalu dini dari parpol koalisi di pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Deklarasi Anies Baswedan sebagai capres, menunjukkan NasDem menyatakan sudah siap diri berkontestasi di Pilpres 2024.

Terlebih, pengurus DPP Nasdem, Zulfan Lindan menyebut partainya mengusung Anies karena dianggap sebagai antitesa (bertolak belakang) dengan Presiden Jokowi.

Akibat ucapannya tersebut, siang ini Zulfan Lindan dinonaktifkan oleh Ketua Umum DPP Nasdem, Surya Paloh.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan keputusan Presiden Jokowi sangat bagus.

"Yang disampaikan Pak Jokowi sangat bagus. Apalagi reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Pak Jokowi perlu menteri yang loyal dan solid untuk bekerja bersama demi menyelesaikan permasalahan rakyat," ujar Hasto di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan