Gerindra Respon Desas-desus Reshuffle, Usai Anies Disebut Antitesa Jokowi

  • Bagikan
Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani merespon munculnya isu perombakan kabinet atau reshuffle Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kabar reshuffle ini mencuat setelah Capres Partai NasDem, Anies Baswedan disebut sebagai antitesa Presiden Jokowi.

Muzani menekankan reshuffle itu hak prerogatif Presiden. Dalam sistem pemerintahan presidensil, sebagai kepala pemerintah, Jokowi memiliki kewenangan sepenuhnya untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantu-pembantunya.

"Kapan saja, beliau bisa, kapan saja beliau mau, itu terserah kepada Presiden," kata Muzani kepada fajar.co.id di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/10/2022).

Gerindra, lanjut Muzani menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada Presiden. Kepada siapa Presiden akan mempergilirkan.

"Sekali lagi, Sekjen Genrindra menegaskan, terserah Presiden. Karena sistem pemerintahan Presiden memiliki kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan pembantu-pembantunya," tekan Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku memiliki rencana merombam kabinet atau reshuflle pada Kabinet Indonesia Maju. Hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Rencana selalu ada. Pelaksanaan nanti diputuskan,” ucap Jokowi di sela peninjauan Stasiun Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Tengalluar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10).

Kabar reshuffle kabinet ini pertama kali didengungkan oleh kalangan relawan Jokowi. Mereka meminta agar kepala negara mencopot tiga menteri dari Partai NasDem setelah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan