Diabaikan Pemerintah, Petani Cengkih Patungan Bangun Jalan

  • Bagikan
Petani cengkih di Luwu patungan kumpulkan uang membangun jalan beton

FAJAR.CO.ID, LUWU -- Kesabaran petani cengkih nampaknya sudah habis. Akses jalannya diabaikan pemerintah, para petani cengkih di Luwu patungan mengumpulkan uang untuk membangun jalan.

Dusun Sawah, Desa Binturu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, banyak dihuni petani cengkih. Sayang hasil panen selalu terkendala distribusi. Akses jalan rusak parah. Petani kesulitan menjual hasil panen.

Sudah ada usulan yang dilakukan para petani. Mereka ke kantor desa hingga Pemkab Luwu meminta agar ada akses jalan yang layak. Namun usaha itu sia-sia.

Petani Cengkih, Baratang mengatakan, akses jalan di wilayah Larompong masih memprihatinkan. "Sebagian jalan belum tersentuh perbaikan, akibat keterbatasan anggaran,"kata Baratang, Minggu, 16 Oktober.

Sadar hal itu, petani cengkih yang pernah mendapatkan Lopa Award mengajak warga Dusun Buntu Sawa, Desa Binturu Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu secara inisiatif melakukan swadaya betonisasi jalan dusun. Panjang jalan yang dibeton ini mencapai 750 meter.

Baratang menginisiasi pekerjaan jalan itu dengan mengajak masyarakat, khususnya petani cengkih untuk secara bersama-sama melakukan perbaikan jalan menuju puncak gunung. Akhirnya terkumpul dana Rp138 juta.

"Pekerjaan beton ini murni swadaya masyarakat. Dana yang terkumpul sebesar Rp138 juta," ungkap Baratang.

Kepala Dinas PUPR Luwu, Ikhsan Asaad mengaku, jalan di Desa Binturu, pernah dibangun pemerintah daerah. "Seingat saya kayaknya pernah ada pembangunan jalan di daerah ini oleh pemkab Luwu," kata Ikhsan kepada Fajar. (syahruddin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan