Anies Baswedan Dicap Bapak Politik Identitas, Gus Choi: Jumlah Izin yang Diberikan Lima Tahun Sekitar 31 Pendirian Gereja, Masjid hanya 19 Izin

  • Bagikan
Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Effendie Choirie dalam program Ngompol JPNN.com di YouTube. Foto: YouTube/JPNN.COM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Effendy Choirie atau Gus Choi menyatakan parpolnya memiliki kalkulasi politik sebelum mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

"NasDem sudah punya kalkulasi politik dan punya penilaian objektif terhadap kepemimpinan Anies di Jakarta," kata Gus Choi dalam tayangan Ngompol JPNN.com di YouTube.

Mantan wartawan itu juga menyinggung tuduhan negatif yang menyebut Anies sebagai bapak politik identitas.

Gus Choi menyebutkan tidak semua politik identitas bermakna negatif. Menurut dia, politik identitas justru lebih banyak bernilai positif. "Negara ini didirikan atas identitas, makanya ada Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.

Mantan legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI itu menjelaskan Anies Baswedan dituduh bertindak diskriminatif saat Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Gus Choi, tuduhan itu tidak ada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Anies menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan pada 2014. Gus Choi menegaskan tuduhan soal Anies bertindak diskriminatif pun tidak terbukti.

"Selama dia (Anies, red) memimpin tidak ada diskriminasi secuil pun terhadap minoritas atau kepada suku, agama. Justru Anies menunjukkan bahwa dia proporsional, dia adil," ucapnya.

Gus Choi mencontohkan soal umat Nasrani di ibu kota yang kesulitan memperoleh izin mendirikan gereja. Izin itu tak pernah keluar pada masa gubernur-gubernur sebelum Anies.

"Oleh Anies semua dikasih izin. Jumlah izin yang diberikan selama lima tahun sekitar 31 pendirian gereja, masjid hanya 19," kata Gus Choi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan