Arist Merdeka Sirait Ungkap Gadis 11 dan 12 Tahun Dicekoki Miras hingga Pingsan, Tiga Orang Leluasa Berbuat Terlarang

  • Bagikan
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Foto : Lutviatul Fauziah/JPNN.com.

FAJAR.CO.ID, DEPOK -- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Pekapuran, Kecamatan Tapos, Kota Depok, menjadi perhatian khusus Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.

Bukti wujud advokasi atas kasus ini, dia mendatangi mendatangi Polres Metro Depok, Rabu (19/10).

Kedatangan Arist Merdeka Sirait untuk menindaklanjuti laporan korban kekerasan seksual terhadap anak.

Arist mengungkapkan dalam peristiwa kekerasan seksual tersebut ada dua korban, yakni P (12) dan H (11).

"Pelakunya berjumlah tiga orang, inisial BT (42 tahun), kemudian B dan G masing-masing masih berusia 12 tahun," kata Arist, Rabu (19/10).

Arist Merdeka Sirait menjelaskan peristiwa itu terjadi di rumah BT yang berlokasi di Pekapuran, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

"BT ini berperan menyiapkan tempat, minuman keras (miras) dan pil gila. Korban mengaku dicekoki miras dan tiga butir pil gila hingga pingsan," ucap, Arist (19/10).

Setelah kedua korban tidak sadarkan diri, akhirnya ketiga pelaku melakukan aksi bejatnya tersebut hingga berkali-kali.

"Setelah korban pingsan barulah ketiganya melakukan pelecehan seksual kepada kedua korban," ujarnya.

Arist juga mengungungkapkan bahwa korban sempat mendapatkan ancaman dari pelaku untuk tidak melaporkan kejadian ini kepada orang tuanya.

"Korban juga mendapatkan ancaman dari pelaku, untuk tidak memberi tahu kepada orang lain," kata Arist.

Namun, akhirnya keluarga korban mengetahui peristiwa tersebut ketika anak korban merasa kesakitan saat buang air kecil.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan