Bilang Gara-gara PC, Suaminya Jadi Pembunuh, Gus Umar: Banyak Rekayasa Bohongnya

  • Bagikan
Putri Candrawathi dua kali tak mengerti dakwaan JPU dalam sidang perdana pembunuhan berencana Brigadir Joshua

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan alias Gus Umar, menyentil sikap yang dipertontonkan Putri Candrawathi (PC) pada kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurutnya, istri Ferdy Sambo tersebut terlalu banyak merekayasa kebohongannya. Membuat penyelesaian kasus tersebut berbelit-belit dan tidak berujung.

"PC ini banyak rekayasa bohongnya," ujar Gus Umar dikutip dari unggahan twitternya, @UmarHasibuann_ (19/10/2022)

Gus Umar menambahkan, jika memang ada pelecehan, seharusnya ibu dari 4 anak itu memperlihatkan pelecehan yang dimaksud dengan bukti visum di pengadilan.

"Gara-gara dia, suaminya jadi pembunuh keji dan Joshua jadi korban. PC sudah layak dihukum Gantung. Setuju ges?," tandasnya.

Pada pengakuan PC dari beberapa berita yang beredar, terjadi pelecehan terhadap dirinya di saat sedang beristirahat di dalam kamarnya.

Sewaktu kejadian, PC juga memgaku menggunakan baju tidur, celana pendek, kata Benny Ali kepada Hendra Kurniawan SIK.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang membacakan dakwaan, menuturkan, korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat telah memasuki kamar PC dan sedang meraba paha sampai mengenai PC.

Akan tetapi, PC terbangun dan kaget sambil berteriak. Dikarenakan teriakan tersebut, korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat menodongkan senjata apinya ke PC, sambil mencekik leher dan memaksa membuka kancing baju Putri Candrawathi.

Lalu Putri Candrawathi berteriak histeris, sehingga korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat panik dan keluar dari kamar.

Terlepas dari semua itu, sebagaimana yang dikatakan Gus Umar. PC harus memperlihatkan bukti visum di pengadilan. Jika, dirinya betul-betul dilecehkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan