Wajo Tertinggi Kasus Perkawinan Anak, Pemprov: Karena Takut Zina

  • Bagikan
Ilustrasi pernikahan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kabupaten Wajo menempati posisi tertinggi dispensasi terhadap usia perkawinan anak 2021.

Totalnya 707 kasus, selanjutnya diisi Sidrap dengan 671 kasus, Soppeng 327 kasus, Pinrang 320 kasus dan Sinjai 251 kasus.

Banyak hal yang melatarbelakangi kasus-kasus demi kasus ini terjadi. Ditambah pandemi 2020 lalu membuat angka perkawinan usia anak terus berlangsung.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPpADaldukKB) Sulsel Meisy Papayungan mengatakan di balik angka-angka itu dilatarbelakangi karena budaya.

Meisy menuturkan, dalam kebudayaan masyarakat ketika orang tua menganggap anaknya sudah remaja dan dianggap sudah dewasa, mandiri apalagi ada yang melamar maka mereka anggap itu sebagai rezeki sehingga tidak perlu menunggu lama untuk menikah.

Di samping ada juga yang menganggap bahwa perkawinan menjadi investasi untuk melanjutkan warisan, kekayaan (usaha) apalagi calonnya ialah mereka memiliki status atau berada maka keputusan untuk menikah muda disetujui.

Bahkan di daerah tertentu itu dilakukan untuk menjaga harta itu sehingga segera dinikahkan. Ia tak menampik, di beberapa daerah lainnya dikarenakan soal moral.

"Ketika orangtua menganggap anaknya lewat batas pergaulan dan takut akan zina maka dinikahkan. Mereka juga menganggap setelah menikah tanggung jawab itu sudah di suami sehingga tanggung jawab orangtua lepas. Intinya latar belakang budaya," ujar Meisy.

Di Makassar pun tak jauh beda. Lantaran pergaulan muda-mudi yang berdampak risiko kehamilan sehingga antisipasinya satu-satunya ialah dinikahkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan