Mahfud MD Bilang Radikalisme Harus Dikontrol, Gigin Sentil Buzzer yang Bebas Tebar Kebencian Tanpa Kontrol

  • Bagikan
Gigin Praginanto. (sumber Screenshot Channel YouTube Gigin Praginanto)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto, ikut buka suara terkait penyataan Menko Polhukam Mahfud MD tentang efek jika radikalisme tidak dikontrol d Indonesia.

"Bisa lebih buruk dari Suriah karena petugas keamanan bisa membantai orang seenaknya," ujar Gigin dikutip daro unggahan twitternya, @giginpraginanto (19/10/2022).

Tidak berhenti di situ, Gigin juga menyentil soal buzzeRp yang tidak mau kalah dari radikalisme. Terus menebar virus kebencian. Namun, tidak diberi ketegasan dari pemerintah.

"Buzzer kekuasaan boleh tebar kebencian tanpa kontrol, kaum rasis dan para penghina agama punya kekebalan hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan masih terdapat pemikiran dan kelompok radikal yang menunjukkan manifestasi dalam bentuk aksi teror.

Atas hal itu hingga mengorbankan manusia dan harmoni sosial. Namun, perkembangan paham itu di Indonesia masih dapat dikendalikan.

Menurut Mahfud, ajaran Islam wasathiyah atau Islam moderat di kalangan muslim Indonesia telah membentuk kekuatan komunal, sehingga komunisme yang bersifat ekstrem dan anti-Tuhan tidak dapat menguasai bangsa Indonesia.

Demikian pula dengan radikalisme di Indonesia. Paham tersebut tidak mudah berkembang karena Islam yang diyakini masyarakat Indonesia adalah Islam moderat.

Mahfud juga menekankan pentingnya menjaga kehidupan sosial dan moral peradaban masyarakat sesuai dengan ajaran Islam, sebagai agenda utama untuk mencegah berkembangnya komunisme dan radikalisme.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan, radikalisme juga bertentangan dengan ajaran Islam dari titik paling prinsipil hingga praktik yang dilakukan. Ajaran Islam meletakkan kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT, sedangkan kebenaran manusia bersifat relatif.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan