PSSI Didesak Untuk Lakukan KLB, Bonek Meminta Manajemen Persebaya Agar Segera Bersikap

  • Bagikan
Pentolan Bonek, Andie Peci

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR -- Kejadian Kanjuruhan membuat desakan dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB) terhadap PSSI. Namun desakan itu bisa terealisasi jika anggota pemilik suara yang mengajukan KLB, bukan pemerintah maupun TGIPF.

Demikian diungkapkan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh.

Dirinya menegaskan permintaan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) hanya bisa datang dari anggota yang menjadi pemilik suara (voter) bukan dari pihak lain termasuk pemerintah dan TGIPF.

TGIPF, dalam dokumen yang dikeluarkan pada 14 Oktober 2022, memang merekomendasikan jajaran Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik meninggal maupun luka-luka, akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Ahmad Riyadh, yang juga Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, pun yakin Pemerintah Indonesia dan TGIPF sudah mengetahui batasan sampai mana batas mereka masuk ke kepentingan PSSI.

"Menpora sempat menyampaikan sesuatu tentang itu. Presiden juga bersikap jelas. Urusan PSSI diserahkan kepada mekanisme PSSI," tutur Ahmad Riyadh.

Dalam Statuta PSSI, hanya dua pihak yang bisa meminta digelarnya KLB yaitu Komite Eksekutif (Exco) dan anggota PSSI.

Meskipun begitu, salah satu pentolan suporter Bonek, Andie Peci meminta agar manajemen dari tim Persebaya Surabaya agar mengambil sikap selaku salah anggota PSSI. Hal itu di ungkapkan melalui postingan di akun twitter pribadinya @AndiePeci.

dirinya menyarankan agar Persebaya menjadi satu klub inisiator mosi tidak percaya kpd seluruh pengurus PSSI.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan