Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan Diduga Dihapus, Ini Kabar Terbaru Irjen Dedi Prasetyo

  • Bagikan
Penembakan gas air mata mengiringi kericuhan yang terjadi setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/10). Dari kejadian itu ratusan suporter tewas. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menyebabkan ratusan korban luka hingga meninggal dunia, masih terus diusut pihak kepolisian.

Begitu juga terkait dengan adanya dugaan penghapusan rekaman kamera pengawas atau CCTV di stadion tersebut. Polri saat ini tengah mendalami dugaan itu.

“Nanti akan ada ahli yang menyampaikan, termasuk pihak ketiga yang memasang CCTV di sekitar Stadion Kanjuruhan. Jadi, arahan dari Pak Armed (Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Armed Wijaya) untuk meminta keterangan saksi ahli IT (teknologi informasi) dan pihak ketiga yang memasang CCTV,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Surabaya, Kamis 20 Oktober 2022.

Meski demikian, Dedi belum bersedia menyampaikan dugaan penyebab dihapusnya rekaman CCTV tersebut, dan meminta semua pihak untuk menunggu penjelasan dari ahli IT mengenai penghapusan rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan tersebut.

“Nanti biar ahli yang menyampaikan,” ujar Dedi ditemui wartawan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan berdasarkan keterangan dari penyidik, hingga sudah ada 89 orang saksi, termasuk saksi ahli yang diperiksa terkait peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan Malang yang mengakibatkan 133 orang meninggal dunia.

Dari jumlah saksi tersebut, lanjut Dedi, ada enam orang saksi dari pendukung Arema FC yang ikut diperiksa penyidik.

“Minggu depan beberapa saksi ahli ada lagi yang dimintai keterangan oleh penyidik. Yang jelas, penyidik sesegera mungkin menyelesaikan berkas-berkas,” tambah Dedi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan