Kemenkes Bantah Penyebab Gagal Ginjal Akut Akibat Pemberian Vaksin Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui konferensi pers pada Jumat (21/10/2022) menyatakan bahwa penyebab utama dari adanya gagal ginjal yang mulai memakan korban ini berasal dari senyawa kimia.

Menkes Budi Gunadi juga menyatakan bahwa penyakit ini tidak ada hubungannya dengan pemberian vaksin covid-19. Mengingat bahwa anak dibawah lima tahun belum divaksin.

"Untuk informasi teman-teman di bawah 5 tahun tidak divaksin bukan gara-gara ini," kata Budi.

Sebelumnya gejala klinis peningkatan penyakit gagal ginjal ini terjadi pada bulan Agustus dan September. Penurunan kesehatan bagi penderita berlangsung sangat cepat.

"September dan Agustus kelihatan naik untuk pertama kalinya. Kita lihat bahwa yang masuk rumah sakit itu cepat sekali kondisinya memburuk," lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa kondisi pasien menjadi lebih buruk hingga 50 persen meninggal dunia. Menkes menjelaskan bahwa sudah melakukan uji patogen pada September lalu dan hasilnya kecil.

Sehingga, disimpulkan bahwa penyakit ini bukan karena adanya patogen. Kemudian pada 5 Oktober WHO telah resmi mengeluarkan pernyataan bahwa penyakit ini disebabkan oleh senyawa kimia.

Melihat kasus yang terjadi di Gambia, Afrika Barat disimpulkan WHO penyebabnya adalah senyawa kimia Etilen Glikol dan Diisobutyl Ether.

Dari hasil penelitian ditemukan zat toxic pada 7 dari 11 anak Etilen Glikol ini. Zat ini saat masuk ke dalam tubuh akan melakukan metabolisme. Dari situ senyawa kimia diubah menjadi asam oksalat.

Asam oksalat mengkristal dan saat masuk ke ginjal bisa merusak ginjal. Ini tentu sangat berbahaya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan