Pesta Demokrasi Pemilu 2024 Berpotensi Ditunggangi Kelompok Radikal Berkedok Demokrasi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jelang pemilu 2024, potensi munculnya ancaman kelompok radikalisme yang berkedok demokrasi kian santer. Hal tersebut disampaikan dari hasil riset Lembaga Pemilih Indonesia (LPI).

Potensi perpecahan atas nama doktrin agama akan kembali ditunggangi oleh kelompok radikal di tahun politik jelang pemilu 2024.

Direktur eksekutif LPI Boni Hargens menyebut, ada indikasi perubahan pola dan modus dalam pergerakan kelompok radikal.

"Sampai saat ini kita lihat indikasi radikalisasi terhadap politik identitas itu akan terus menguat menuju 2024. Pembelahan terhadap agama itu akan tajam, nah ini yang menjadi tanggung jawab elit politik", pungkas Boni dalam diskusi politik, Jumat (21/10/2022).

"Politik identitas agama, disiapkan untuk agenda politik tertentu. Pembelahan sosial yang berlarut seperti pilkada dan pilpres itu harus dihentikan", sambungnya.

Terkait dengan ancaman radikalisme, Boni menegaskan bagi para kandidat pemilu 2024 harus bisa memberikan agenda kampanye yang memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan Indonesia.

"Rasa kebangsaan kita sebagai sebuah negara sudah terkikis, kita harus kembali ke jalur konstitusi, kita harus menjadi satu keluarga besar bernama Indonesia", tutur Boni.

Tekait isu radikalisme yang muncul kepermukaan kembali, baik Partai Politik ataupun Aparat Negara harus bisa berhati-hati mengawal jalanya pesta demokrasi di Indonesia. (riki/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan