Surya Paloh: Dulu Dituduh Penista Agama, Sekarang Dukung Anies Dibilang Kadrun

  • Bagikan
Anies dan Surya Paloh. FOTO: MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Surya Paloh menyampaikan curahan hatinya (curhat). Pilkada 2017 lalu, Partai NasDem mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ia pun dituduh penista agama dan sekarang disebut kadrun setelah partainya mengusung Anies Baswedan.

"Dulu saya dukung Ahok karena saya konfiden beliau yg terbaik di waktu itu buat memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Nah, sekarang saya dukung Anies yang waktu ini saya anggap tepat buat memperkuat nilai-nilai kebangsaan," bebernya dalam acara silaturahmi kebangsaan bersama guru besar di NasDem Tower, di Jakarta, pada Sabtu, 22 Oktober 2022.

Dia mengaku heran dengan tuduhan itu. "Kan aneh, dukung Ahok saya dibilang penista agama. sekarang dukung Anies dibilang ini baru jadi kadrun," kata Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Surya Paloh menegaskan dirinya sejak kecil dididik sebagai seorang muslim. Karena itu, dia tidak terima disebut penista agama hanya karena mendukung Ahok.

"Saya mengalami pengalaman Pemilu lalu dianggap partai penista agama. Saya dididik dengan kemusliman dengan keimanan saya, keyakinan saya. Terbayang wajah almarhumah ibu saya, orang tua saya. Partai penista agama yang saat itu. Masih nggak terima saya karena mendukung Ahok," papar Surya Paloh.

Namun, sebutan partai penista agama itu kini telah berubah menjadi kadrun.

"Nasib saya ini bagaimana saya bilang. Paling lucu bangsa ini. Dewasakah kita? Jawab sendiri," tukasnya.

Perubahan dari penista agama menjadi kadrun setelah NasDem mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 mendatang. (fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan