Anoa Terdeteksi di Tahura Abdul Latief Sinjai, Ditemukan Jejak Kaki dan Facesnya

  • Bagikan
Ilustrasi Anoa

FAJAR.CO.ID, SINJAI -- Anoa merupakan satwa mamalia dan endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi. Populasinya kini menurun drastis dan terancam punah.

Ada dua spesies Anoa yang mendiami hutan Sulawesi. Mereka adalah Anoa dataran rendah atau bubalus depressicornis dan Anoa pegunungan atau bubalus quarlesi.

Jumat 21 Oktober 2022, tim identifikasi dari Bidang Pengelolaan Tahura Abdul Latief Sinjai, mendapatkan jejak kaki anoa, dan feces (kotoran) Anoa.

Jejak anoa tersebut di dokumentasi dalam bentuk video oleh tim identifikasi dan telah dikonfirmasi ahli anoa dari IPB, Dr. Haris Mustari, bahwa jejak tersebut dari anoa jantan.

Hasil identifikasi ini menjawab keraguan bahwa anoa belum punah di Sulawesi selatan. Setelah penemuan jejak ini, untuk mendapatkan gambaran utuh dari satwa anoa, akan dilakukan pemasangan kamera trap (kamera pemantau) di lintasan yang dilalui Anoa, yang rencananya akan dipasang pada hari Rabu, 26 Oktober 2022.

Dengan dukungan teknologi kamera trap yang di pinjamkan Balai Besar konservasi Sumber Daya Alam, melalui kepala balai, diharapkan didapatkan gambaran yang lebih utuh tentang satwa anoa dan cara hidupnya di hutan, tahura.

Kepala Bidang Tahura Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan Sinjai, Nasrul mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Kepala Balai Besar KSDA Sulsel KLHK, dan juga masyarakat sekitar, yang telah membantu untuk teridentifikasinya Anoa.

"Semoga keberadaan Anoa di tahura Sinjai, mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat (kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), maupun pemerintah propinsi, untuk bersama mengatasi ancaman kepunahan satwa endemik asli pulau Sulawesi ini," harapnya. (sir)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan