Bertebaran Baliho Danny Pomanto Menuju Pilgub Katanya Tidak Dibiayai, Masa Sih Gratis?

  • Bagikan
Baliho Danny Pomanto bertebaran di Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Penyebaran atribut ruang publik memang menjadi salah satu syarat agar seorang figur bisa lebih dikenal. Apalagi dengan sistem demokrasi terbuka, tentu kerja-kerja darat menjadi syarat utama eksisnya seorang figur atau kandidat tak terkecuali bakal calon kepala daerah.

Sebut saja baliho Wali Kota Makassar Danny Pomanto menuju Pilgub Sulsel 2024 semakin masif tersebar di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan seperti di Kota Makassar, Bone, Barru, Soppeng, hingga Toraja.

Pengamat Politik Ras MD melihat untuk konteks Pilgub Sulsel, tidak hanya Danny Pomanto saja yang tergolong massif sebaran ruang publiknya dalam bentuk baliho.

Ada beberapa figur lain juga. Seperti Ilham Arief Sirajuddin mantan walikota makassar dua periode, Rusdi Masse Anggota DPR RI dapil Sulsel tiga hingga mantan Pangdam Hasanuddin Andi Muhammad.

"Para bakal calon Gubernur ini melakukan penetrasi ruang publik lebih awal, karena jangkauan Sulsel cukup luas. Ada 24 kabupaten/kota dengan total wajib pilihnya lebih dari enam juta pemilih. Wajar saja jika para elit-elit ini memilih bergerak lebih awal," kata Ras dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/10/2022).

Yang penting juga dipahami, lanjut Ras dalam membangun elektabilitas seorang figur atau keterpilihan mereka, diawali dulu dengan kerja-kerja pengenalan atau popularitas. Karena tidak mungkin dipilih jika tak dikenal.

Kerja-kerja ini memakan waktu cukup lama dan biaya cukup tinggi tentunya. Banyak yang beranggapan mengapa banyak bakal calon gubernur sudah mulai jorjoran memasang atribut ruang publik sedangkan pelaksanaan Pilgub masih lama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan