Seti Elina, Perempuan Bercadar yang Hendak Terobos Istana Negara Adalah Simpatisan HTI

  • Bagikan
Siti Elina, perempuan bercadar yang membawa senjata api saat mau menerobos masuk ke Istana Negara. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menduga jika Siti Elina, perempuan bercadar yang mau menerobos masuk ke Istana Negara adalah simpatisan ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ia diketahui sering mengunggah propaganda khilafah melalui akun media sosialnya.

“Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,” Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid kepada wartawan, Rabu (26/10).

Nurwakhid menegaskan, kejadian teror yang melibatkan perempuan di Indonesia bukan hal baru. Pada 2016 silam di Istana Negara juga hendak terjadi bom bunuh diri. Namun, berhasil digagalkan.

“Salah satu calon pengantin yang ingin melakukan aksi di istana terlebih dahulu diamankan oleh Densus 88 yang juga pelakunya adalah perempuan, Dian Yuli Novi dan ada juga Zazkia Aini yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada tahun 2021” jelasnya.

“Pemanfaatan perempuan dalam aksi terorisme memang trend baru khususnya yang dilakukan ISIS, baik dilakukan dengan jaringan atau lone wolf yang tidak terikat komando dan jaringan,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang perempuan bercadar diamankan oleh petugas kepolisian karena diduga hendak menerobos masuk ke area Istana Negara. Perempuan tersebut sempat menodongkan pistol jenis FN kepada Paspampres yang bertugas.

“Betul (ditangkap) tadi di dekat Istana di Merdeka Utara,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman saat dihuhungi, Selasa (25/10).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan