Ingin Jadi Justice Collaborator, AKBP Dody Prawiranegara Lakukan Ini di LPSK

  • Bagikan
Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, SH, SIK, MH. Doddy juga diketahui pernah menjabat sebagai Kapolsek Kuta. (Foto Humas Polres Bukittinggi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tiga tersangka kasus penjualan narkoba, yakni AKBP Dody Prawiranegara, Linda Pujiastuti, dan Samsul Maarif telah melengkapi berkas perkara pengajuan sebagai Justice Collaborator (JC) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tim kuasa hukum bahkan telah melakukan pertemuan dengan LPSK.

“Berkas itu diterima dan akan ditelaah selanjutnya oleh LPSK, ” ujar Pengacara ketiganya, Adriel Viari Purba kepada wartawan, Jumat (28/10).

Pihak LPSK menyatakan kepada kuasa hukum segera menemui para tersangka dalam rangka asesmen. Oleh karena itu, kuasa hukum berharap agar permohonan sebagai JC diterima oleh LPSK. “Kami sudah memberikan alasan kuat agar Dody dan klien kami lainnya bisa diterima menjadi JC,” tegas Adriel.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya adalah polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Atas perbuatannya, Teddy dikenakan Pasal 114 Ayat (3) sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan