Kasus Siti Elina, Suami dan Guru Mengaji Ikut Dijadikan Tersangka

  • Bagikan
Penampakan wajah wanita bersenjata api yang menerobos Istana Merdeka -ist-fin.co.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polisi terus mendalami aksi Siti Elina, seorang wanita bercadar yang menodongkan pistol kepada Paspamres di depan puntu masuk gerbang Istana Negara.

Kini kasus wanita yang berupaya menerobos Istana Merdeka itu bukan lagi ditangani Polda Metro Jaya.

Kasusnya kini diambil alih Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Dalam kasus Siti Elina, polisi telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu sang suami dan gurunya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan kasus Siti Elina kini diambil alih Densus 88 Antiteror.

“Penanganan kasus penyerangan di Istana Presiden yang terjadi hari Selasa (25/10) lalu saat ini sepenuhnya ditangani oleh Densus 88 Antiteror Polri,” katanya, Jumat, 29 Oktober 2022.

Disebutkannya, proses penanganan kasus ini terus berjalan, Siti Elina (24), tersangka penodong pistol ke anggota Paspampres masih menjalani pemeriksaan intensif sejak ditangkap Selasa (25/10).

Namun menurut Ramadhan, tersangka tidak kooperatif dalam memberikan keterangan kepada petugas.

“Proses pemeriksaan masih berjalan, namun hingga saat ini yang bersangkutan saudari SE masih diam dan belum koperatif,” kata Ramadhan.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menyebutkan, pengambilalihan penanganan kasus sudah berlangsung sejak Rabu (26/10).

Hingga kini, kata Aswin, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perempuan todongkan pistol ke anggota Paspampres.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan