Jalur Trans Sulawesi Terputus di Majene, Pertamina Suplai BBM 10 SPBU dari Terminal Donggala

  • Bagikan
Longsor kembali terjadi dan melumpuhkan jalur trans Sulawesi, tepatnya di Sangiang, Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar

FAJAR.CO.ID, MAJENE-- Akses logistik terhambat. Jalan trans-Sulawesi lumpuh, diperkirakan dua hari.

Penyebabnya adalah longsor besar di Sangiang, Desa Onang, Kecamatan Tubo-Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Kendaraan pun terjebak sejak kemarin.

Alat berat kesulitan mengeruk material karena longsor kali ini terbilang sangat besar. Nyaris seluruh badan jalan tertutup batu, tanah, dan lumpur. Panjang longsoran diestimasi 150-an meter.

Sejak Jumat pagi, 28 Oktober, ekskavator sudah tiba di lokasi. Hanya saja, operator belum bisa berbuat banyak. Lantaran volume material longsoran yang sangat banyak dan besar.

Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Sulawesi Taufiq Kurniawan menyebut pihaknya telah mendapat informasi terkait longsor itu. Antisipasi segera diambil untuk menghindari kelangkaan BBM di SPBU terdampak.

"Longsor susulan yang terjadi sore hari membuat jalur poros tergerus total. Sejauh ini 10 SPBU terdampak, satu di antaranya SPBU nelayan," terang Taufiq.

Pertamina memantau 10 SPBU yang terdampak bencana alam itu. Salah satu upaya dengan penebalan stok serta peralihan jalur distribusi melalui Terminal BBM Donggala, Sulawesi Tengah.

Saat ini, untuk wilayah Majene ke utara serta sebagian Mamuju yang saat ini mendapatkan suplai dari Parepare, memiliki ketahanan stok sebanyak 13.500 liter. Rinciannya, Pertalite 10.000 liter, dan Biosolar 3.500 liter.

Stok sebanyak itu seharusnya dapat memberi ketenangan bagi masyarakat yang berada di titik-titik SPBU terdampak. Taufiq optimis stok BBM masih aman dan terpenuhi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan