Nasib RS Batua Kian Tak Jelas, Tak Dianggarkan di APBD 2023

  • Bagikan
Bangunan RS Batua mangkrak, Selasa, 8 Desember. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Pemkot Makassar memastikan pembangunan RS Batua tak dianggarkan dalam APBD 2023.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kelanjutan pembangunan RS tersebut mesti diaudit lebih dahulu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Harus diperhatikan, bawa ke BPK dahulu. Supaya kalau BPK audit, kemudian dinyatakan oke, baru kita jalan (lanjutkan)," terang pria yang akrab disapa Danny itu saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Makassar, Jumat, 28 Oktober.

Ia menyayangkan jika hal ini tak dilanjutkan. Apalagi pembangunan RS Batua telah menelan anggaran puluhan miliar.

"Sayang sekali kalau tidak berfungsi di sana. Itu menjadi kerugian negara kalau tidak berfungsi," ucap Danny.

Diketahui, pembangunan RS tipe C tersebut masih tarik ulur hingga kini. Bangunan yang sempat tersandung masalah hukum tersebut dilaporkan dewan terus mengalami penurunan kualitas, setelah beberapa tahun terakhir dibiarkan tanpa ditutup.

Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mendesak pemerintah untuk menjemput bola. Sebab pembangunan RS Batua tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski masih masih tersandung masalah hukum dan butuh rekomendasi dari BPK, Pemkot semestinya tak apatis.

Lantaran pembangunan RS Batua sudah cukup lama dinantikan masyarakat. Warga cukup kesulitan harus jauh-jauh ke RSUD Daya jika ingin berobat.

"Memang harus ada review RS Batua dari BPK, tetapi Pemkot juga harus jemput bola," imbuh Legislator PAN ini.

Menurutnya, setiap wilayah harus memiliki rumah sakit yang bisa diakses dengan mudah oleh warga. Atau paling tidak ada di setiap dapil (daerah pemilihan). Makassar setidaknya memiliki lima dapil, sehingga seharusnya ada lima RS tipe C yang bisa diadakan Pemkot.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan