Bupati Bangkalan jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan KPK, Pengamat: yang Mau Menangkap Sibuk Persiapan Nyapres

  • Bagikan
Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat memaparkan konsep wisata halal dalam sebuah pertemuan dengan akademisi dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ANTARA/HO-Kominfo Bangkalan (ANTARA/HO-Kominfo Bangkalan)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Abdul Latif Amin Imron alias Ra Latif telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana suap oleh KPK.

Ra Latif merupakan kader PPP dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Bangkalan.

Selain diduga terlibat dalam tindak pidana suap lelang jabatan, ia juga diduga terlibat dalam kasus lain seperti pengadaan barang dan jasa.

Meski demikian, Abdul Latif hingga saat ini belum ditahan. Hanya dicegah ke luar negeri selama enam bulan hingga 13 April 2023.

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyebut KPK tak tegas dalam memberantas korupsi.

Dia seolah menyindir Ketua KPK Firli Bahuri yang selama ini sempat disebut akan maju dalam pilpres 2024 mendatang.

“Karena yang mau menangkap sibuk persiapan nyapres,” ucap Gigin Praginanto dalam keterangannya, Senin, (31/10/2022).

Diketahui, sejumlah komunitas telah mendeklarasikan Firli Bahuri sebagai bakal capres 2024.

Diantaranya Sahabat Firli Bahuri for Indonesia atau FBI Semarang, Kumpulan Rumah Tangga Petani Kopi Pesawaran dan Pengemudi becak motor (bentor) dan ojek pangkalan di wilayah Pasar Campalagian, Polewali Mandar.

Bahkan, Mantan Pegawai KPK yakni Ketua IM57+ Institute Mochamad Praswad Nugraha juga mendorong Firli maju capres.

Selain itu, baliho Firli juga sempat beredar di sejumlah titik. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan