Dua Putri Devi Athok yang Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan akan Diotopsi 5 November, Kuasa Hukum Sampaikan Ini

  • Bagikan
Aksi demo suporter Arema. (Angger Bondan/JawaPos)

FAJAR.CO.ID, MALANG -- Proses otopsi dua korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, akan dilaksanakan pada 5 November. Otopsi dilakukan untuk mencari penyebab kematian korban.

Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat, mengatakan, otopsi dua putri Devi Athok yang merupakan warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan bersedia untuk dilakukan otopsi.

”Pelaksanaan dilakukan pada 5 November, kurang lebih pukul 09.00 WIB, ini harus dikawal,” kata Imam seperti dilansir dari Antara.

Iman menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya selaku kuasa hukum korban akan dipanggil Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terkait dengan rencana pelaksanaan otopsi terhadap dua jenazah berinisial N dan N. Dalam pelaksanaan otopsi tersebut akan melibatkan enam ahli yang satu di antaranya berasal dari Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol).

”Sementara lima lainnya berasal dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) dan universitas. Jadi dokter forensik itu ada enam. Kemarin khawatir itu hanya akan dari Dokpol. Tapi ternyata dari Dokpol hanya satu, lainnya PDFI, bisa dari universitas,” ujar Imam Hidayat.

Saat ini, lanjut dia, keluarga korban mendapatkan perlindungan melekat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Perlindungan tersebut yang menjadi salah satu alasan dari keluarga korban berani untuk meminta pelaksanaan otopsi.

”Keluarga dapat perlindungan melekat dari LPSK. Jadi melekat kemana-mana dengan petugas LPSK, makanya berani kemudian menyatakan kesediaannya kembali untuk otopsi,” terang Imam Hidayat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan