Kesaksian Warga soal Putusnya Jembatan Gantung Morbi, Korban Bergelantungan Namun Tetap Jatuh ke Sungai

  • Bagikan
Putusnya jembatan gantung di Morbi, India, pada Minggu (30/10) malam, disebut kecelakaan paling mematikan yang terjadi di negara tersebut dalam satu dasawarsa terakhir. Foto: Sam PANTHAKY / AFP

FAJAR.CO.ID, GUJARAT - Putusnya jembatan gantung di Morbi, India, pada Minggu (30/10) malam, disebut kecelakaan paling mematikan yang terjadi di negara tersebut dalam satu dasawarsa terakhir.

Hingga Senin (31/10), jumlah korban jiwa tercatat 141 orang dan masih mungkin bertambah. Banyak dari korban adalah anak-anak.

Rekaman dari sesaat sebelum kejadian menunjukkan sekelompok pemuda mengambil foto, sementara yang lain mencoba mengayunkan jembatan sebelum mereka jatuh ke sungai di bawah saat kabel yang menahannya putus.

Jembatan era kolonial di atas Sungai Machchhu itu dipenuhi oleh wisatawan yang menikmati perayaan ketika tragedi terjadi.

Para korban jatuh sekitar 10 meter ke dalam sungai. Sekitar 400 orang telah membeli tiket untuk naik ke jembatan untuk merayakan festival Diwali dan Chhath Puja, kurang dari seminggu setelah infrastruktur tersebut rampung renovasi.

Sekitar 35 korban berusia di bawah 14 tahun, menurut daftar korban yang dilihat oleh Reuters. Sekitar 170 orang telah dievakuasi pada pagi hari.

"Orang-orang bergelantungan di jembatan setelah kejadian, tetapi mereka terpeleset dan jatuh ke sungai ketika jembatannya runtuh," kata Raju, seorang saksi mata yang hanya memberikan satu nama.

"Saya tidak bisa tidur sepanjang malam karena saya telah membantu dalam operasi penyelamatan. Saya membawa banyak anak ke rumah sakit."

Pejabat senior pemerintah NK Muchhar mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 141.

Pejabat lain mengatakan di lokasi bahwa air sungai yang berlumpur menghambat pekerjaan penyelamatan, dan bahwa mungkin ada orang yang terperangkap di bawah reruntuhan jembatan yang hancur.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan