Keberatan Anaknya Disiksa Sampai Lebam oleh Penyidik, Ibu Ini Ungkit Kematian Tersangka Narkoba

  • Bagikan
Ibu dari F dan PPR, pelaku penyerangan yang protes tindakan kekerasan aparat polisi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Seorang ibu dari terduga pelaku penyerangan di Perumahan Yayasan Gubernur, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, merasa keberatan setelah mengetahui anaknya disiksa sampai lebam oleh oknum penyidik.

Ibu itu mengaku, 2 anaknya berinisial F dan PPR, yang saat ini ditahan di sel Polrestabes Makassar mengalami luka lebam akibat hantaman pukulan dari oknum penyidik di Polsek Biringkanaya.

Kedua anaknya saat dijenguk ibunya menuturkan, mereka dipukul dengan kunci roda, balok-balok, sampai tangannya bengkak, memar, dan bahkan susah untuk digerakkan.

"Ada ji itu bekasnya, maksudnya buktinya bahwa dia disiksa," ujar ibu itu (31/10/2022).

Ibu itu lanjut mengatakan, memang anaknya ikut pada penyerangan tersebut. Namun, keduanya hanya joki yang mengantar temannya ke TKP.

Ibu itu kemudian berharap, penyidik jangan terlalu sadis dalam memukul. Jika hal itu digunakan untuk memaksa pelaku untuk mengakui kesalahannya.

"Saya terima ji anakku kalau memang dia bersalah. Tapi jangan mi sampai begini, karena ini sudah dua hari masih anu (sakit) cara jalannya anakku. Sampai kepalanya juga bengkak-bengkak," ungkapnya.

Ibu terus kemudian mengingatkan, tersangka kasus narkotika, Muhammad Arfandi (18) beberapa bulan lalu yang meninggal lantaran terjadi kekerasan dalam penyidikan.

Luka lebam pada tubuh korban yang menjadi misteri hingga Propam Polda Sulsel turun tangan mengusut kasus tersebut.

Arfandi diringkus di Rappokalling, Makassar pada Minggu (15/5) dini hari karena diduga sebagai bandar narkoba. Belakangan korban meninggal saat polisi membawanya untuk melakukan pengembangan kasus.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan