PBNU Anulir Pernyataan LDNU Soal Wahabi, Politisi PKS: Jangan Anggap Benar Pemahaman Sendiri

  • Bagikan
Tifatul Sembiring

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring angkat suara soal anulir keputusan Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) tentang pelarangan paham Wahabi.

Hal ini menyusul pernyataan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini bilang sikap LDNU soal Wahabi sebelumnya tidak pernah dibicarakan dengan PBNU, terkhusus Ketua Umumnya Rais Aam.

“Setuju dengan PBNU, utamakan dialog dan musyawarah sesama ummat Islam. Menolak takfiri terhadap ahlul qiblah,” ungkap Tifatul Sembiring melalui akun Twitter pribadinya, Senin (1/11/2022).

Menurutnya, perbedaan fikih mestinya tidak disikapi dengan larangan, melalu kan dengan musyawarah.

“Perbedaan fikih hadapi dengan bijak. Istilah mu'min, kafir, halal, haram, bid'ah ada dalam Alquran dan hadits,” ujarnya.

“Jangan anggap benar pemahaman sendiri,” tandasnya.

Diketahui, PBNU telah mengeluarkan instruksi bernomor 225/PB.03/A.I.03.41/99/10/2022.

Instruksi itu meminta tidak memberikan pernyataan yang bersifat strategis lebih-lebih urusan agama sebelum mendapatkan persetujuan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan