Presiden Korsel Umumkan Masa Berkabung Nasional atas Tragedi Halloween, Dokter Tifa Bandingkan di Indonesia: Mungkin Cuma Dianggap Tumbal

  • Bagikan
Para petugas mengevakuasi para korban perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, pada Sabtu (29/10) malam. Setidaknya 151 orang termasuk 19 WNA tewas karena berdesak-desakan pada perayaan Halloween di Itaewon. Foto: The Korea Herald

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tragedi Halloween di Itaewoon, Korea Selatan yang menewaskan ratusan orang dibanding-bandingkan dengan tragedi Kanjuruhan, Jawa Timur.

Dokter Tifauzia Tyassuma mengatakan, tragedi di Korsel dijadikan bencana nasional. Sementara di Indonesia, tragedi Kanjuruhan dianggap biasa-biasa saja.

“Tragedi yang menewaskan ratusan warganya adalah Bencana Nasional. Itu kalau di Korea. Kalau di Indonesia, ratusan nyawa melayang di Kanjuruhan, adalah hal yang biasa-biasa saja,” ucapnya dalam unggahannya, Selasa, (1/11/2022).

Bahkan Dokter Tifa-sapaannya, menganggap korban tragedi Kanjuruhan hanya dianggap bagai tumbal.

“Mungkin cuma dianggap tumbal,” tandas Epidemiolog ini.

Diketahui, musibah Halloween tersebut terjadi usai desak-desakan pada Sabtu malam, 29 Oktober 2022.

Hari berkabung nasional pun ditetapkan hingga 5 November mendatang.

Data terbaru, 155 orang dilaporkan meninggal dalam tragedi perayaan Halloween tersebut.

Sementara dalam tragedi di Kanjuruhan menewaskan 134 jiwa. Tak ada hari berkabung nasional yang ditetapkan pemerintah usai tragedi itu. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan