Viral Pemuda Ancam Warga dengan Busur Panah, Danny Pomanto Klaim Tingkat Kriminalitas Sudah Menurun

  • Bagikan
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Baru-baru ini viral video seorang pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, mengancam warga dengan busur panah.

Akibat video yang tersebar luas di media sosial itu, Makassar kembali dilabeli sebagai kota tak aman.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengklaim, pada dasarnya tingkat kriminalitas di Makassar sudah menurun.

“Kalau dilihat itu jumlahnya sebenarnya berkurang. Kalau ada pembusuran saya kira kita tidak bisa pungkiri ada itu. Makanya kita harus kerja keras sama-sama. Anak-anak yang suka busur-busur itu bukan hanya tugas wali kota. Tugas orangtua, tugas para pendidik, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tugas kita semua. Makanya saya bikin program jagai anak ta,” jelasnya.

Danny-sapaannya, mengaku terus berusaha menyentuh pemuda yang mau mengorganisir dirinya. Seperti 1.100 anggota Matador (Makassar Tidak Kendor) beranggotakan para pemuda yang baru saja dikukuhkan.

“Saya tanya apa mau kau (Matador) bikin. Dia (Matador) bilang tertib teratur. Apa maksudnya. Dia bilang saya nda mau ugal-ugalan lagi pak, jadi saya lantik. Jadi kita himpun ini anak-anak,” ucapnya Mantan Dosen Arsitek Unhas ini.

Dengan adanya Matador ini, diharapkan para pemuda dapat mengurangkan pengangguran dan dapat mengikuti training gratis Dinas Ketenagakerjaan Makassar dengan bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Makanya saya perintahkan Disnaker dengan dana terbatas. Caranya adalah CSR. Misalnya perusahaan yang punya alat berat minta dia training lima kelas. Satu kelas 20 berarti 100. Yang satu lagi minta 100 akhirnya bisa 10 ribu. Salon-salon misalnya. Yang top. Minta dia satu kelas didikki orang yang gunting rambut untuk 20 orang. Kontraktor besar nasional. Sepuluh kelas untuk tukang batu,” tandasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan