BBM Satu Harga Wujud Nyata Energi Berkeadilan

  • Bagikan
Penyaluran BBM satu harga di Kecamatan Seko, Luwu Utara. (Dok Pertamina Patra Niaga)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Akses energi yang merata dan berkeadilan tentu menjadi dambaan semua pihak. Hal ini erat kaitannya dengan peningkatan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia.

Kondisi topografi Indonesia yang terdiri dari pegunungan dan kepulauan tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan akses energi yang sama agar dapat dinikmati semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali di daerah pelosok atau yang lebih dikenal dengan daerah 3T (Terluar, Terpencil dan Tertinggal).

Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG yang sudah menjadi barang penting tentunya ingin dinikmati dengan harga yang sama di semua penjuru negeri.

Pemerintah melalui PT Pertamina hadir melalui pembangunan Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di daerah 3T yang telah dimulai sejak tahun 2017.

Komitmen ini pun berlanjut di tahun 2022. Dari target 92 lokasi yang ditugaskan, 69 lembaga penyalur BBM Satu Harga sudah dibangun hingga awal November 2022 ini.

Dari 69 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang sudah dibangun, Pertamina Patra Niaga bersama dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas telah melakukan peresmian tahap pertama yakni sebanyak 47 lembaga penyalur  BBM Satu Harga yang tersebar di beberapa provinsi.

Antara lain 2 di Nusa Tenggara Barat, 10 di Nusa Tenggara Timur, 1 di Sulawesi Barat, 2 di Sulawesi Utara, 8 di Sulawesi Tengah, 5 di Maluku, 6 di Maluku Utara, 10 di Papua, dan 3 di Papua Barat. Peresmian selanjutnya akan dilakukan pada akhir November.

Secara total sampai November, Pertamina telah membangun total 390 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 123 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari 123 kabupaten tersebut, 54 kabupaten diantaranya termasuk daerah 3T.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan