Peternak Masih Gigit Jari, Kompensasi PMK Tak Jelas

  • Bagikan
Kompensasi PMK belum cair

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Janji pemerintah pusat untuk memberikan kompensasi pemotongan ternak yang terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku), tak kunjung terealisasi.

Peternak dipaksa gigit jari lebih lama. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel sebelumnya menyebut pemerintah pusat sedang membuatkan rekening bagi para peternak yang mendapatkan kompensasi tersebut. Hanya saja, jadwal pasti pencairan tidak pernah diungkapkan.

Melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 518/2022 tentang Pemberian Kompensasi dan Bantuan Dalam Keadaan Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), para peternak dijanjikan akan mendapatkan bantuan yang mencapai Rp7 juta per ekor. Itu bisa bersumber dari APBN dan APBD.

Salah seorang peternak di Tamangapa, Daeng Salleng, mengaku galau. Ia khawatir bantuan yang dijanjikan hanya sekadar wacana belaka.

"Belum pi kita terima sampai saat ini. Peternak lain juga sudah tanya-tanya ke rumah. Mana mi ini (kompensasi)," ucap Daeng Salleng, Selasa, 1 November.

Ternak miliknya yang sudah dipotong bersyarat tidak sedikit. Jumlahnya ada lima ekor. Peternak yang lain juga demikian.

Dari informasi terakhir, kata Daeng Salleng, pihak Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar menjanjikan kompensasi tersebut akan disalurkan November ini.

Sementara itu, UPT Kesehatan Hewan DP2 Makassar melaporkan, dari informasi terakhir, setidaknya ada 47 ekor hewan yang dipotong secara bersyarat. Jumlah ini tidak berubah sejak September 2022, lantaran sudah tidak adanya pemotongan bersayarat yang masuk.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan