Sebut Anies Antitesa Jokowi, Tokoh NU ke Prof Henri Subiakto: Jangan Bawa-bawa Nama Jokowi untuk Urusan Kebencianmu

  • Bagikan
Presiden Jokowi dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat gelaran Formula E Jakarta, Sabtu, (04/06/2022). (Foto ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Syadat Hasibuan, menanggapi cuitan eks Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Prof Henri Subiakto, yang dinilainya membawa nama Presiden Jokowi untuk kebenciannya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pria yang kerap dipanggil Gus Umar ini juga mengingatkan Henri Subiakto.

Menurut Gus Umar, sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagai eselon I bertolak belakang dengan Undang-undang (UU) ASN yang melarang ASN mencampuri urusan politik.

Dia menyarankan ke Henri Subiakto kalau mau terjun ke dunia politik, ia berhenti dari ASN dan bergabung dengan partai politik.

Gus Umar kembali mengingatkan Henri Subiakto, agar jangan membawa nama Jokowi untuk urusan kebenciannya terhadap Anies Baswedan.

"Henry subiakto. Lu itu ASN dan esselon I bertolak belakang dgn UU ASN yg melarang ASN campur urusan politik. Klu lu mau terjun di politk mending lu berhenti dr ASN dan gabung parpol. Dan lu jgn bawa2 nama Jokowi utk urusan kebencian lo ke anies. Paham lo?," cuit Gus Umar di lini masa Twitter-nya yang dikutip FAJAR.CO.ID, Rabu (2/11/2022).

Sebelumnya, eks Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Prof Henri Subiakto, menilai Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Anies Baswedan itu citranya bertolak belakang.

Menurut Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga ini, Partai yang ketua umumnya Surya Paloh itu kental dengan nasionalisme dan restorasi dan pendukungnya mayoritas Jokower, sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta lebiH kental dengan Islam politik dan merupakan antitesa Jokowi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan