Anggap Kematian Filep Karma Tidak Wajar, Natalius Pigai Desak Negara Usut Kematiannya

  • Bagikan
Natalius Pigai

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Aktivis Papua Natalis Pigai marah, mendesak negara untuk mengusut penyebab kematian yang dianggap tidak wajar oleh tokoh-tokoh Papua.

Teranyar, Filep Karma, aktivis kemerdekaan Papua dikabarkan meninggal dunia. Mayatnya ditemukan di pantai Jayapura.

Sebagai pembela HAM. Natalius mengaku, tidak menerima kematian Filep tersebut.

"Saya mendesak negara mengusut kematiannya yang meninggalkan tanda tanya rakyat Papua dan dunia," ujar nya dikutip dari unggahan twitternya, @NataliusPigai2 (3/11/2022).

Seingat Natalius, pada era Presiden Jokowi telah beberapa kali ada kasus kematian tidak wajar di Papua.

"Jaman Jokowi telah menyebabkan kematian tidak wajar tokoh-tokoh Papua. Neles Tebai, Sendius Wonda, Pilep Karma," ungkapnya.

Sebelumnya, jenazah Filep ditemukan di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, sekitar pukul 05.00 WIT, Selasa (1/11/2022).

Mayat Filep ditemukan dalam kondisi mengenakan pakaian selam oleh masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dalam keterangannya membenarkan, mayat tersebut adalah Filep.

Dikabarkan, Filep Karma sempat pamit ke keluarganya untuk pergi menyelam (29/10/2022). Belum ada informasi lebih lanjut korban pergi menyelam di mana dan bersama siapa.

Sekitar pukul 05.00 WIT (1/11/2022), seorang laki-laki bernama Daniel Manufandu (43) sedang menebar jala di pantai. Daniel kemudian melihat mayat laki-laki yang di tepi pantai menggunakan pakaian selam.

Daniel Manufandu lalu segera memberitahukan hal itu kepada pria bernama Steven Selvanus Nelson (41). Steven kemudian melapor ke anggota Polsek Jayapura Utara Bripka D Wondiwoy via telepon.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan