Penjelasan KPK soal Alasan Firli Bahuri Temui Lukas Enembe di Rumahnya

  • Bagikan
PICU SOROTAN: Firli Bahuri (dua dari kiri) berdialog dengan Lukas Enembe di kediaman pribadi Lukas di Kampung Koya Tengah, Jayapura, Papua kemarin (3/11). (CENDERAWASIH POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan terkait kedatangan Ketua KPK, Firli Bahuri dan tim penyidik KPK ke kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, Kamis (4/11) kemarin.

Kedatangan Firli dan tim penyidik KPK ke Papua berdasarkan hasil kajian dan diskusi mendalam di internal KPK, khususnya penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU), seluruh struktural penindakan, pimpinan, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kegiatan pemeriksaan tersebut memiliki dasar hukumnya yaitu Pasal 113 KUHAP yang menyatakan, jika seseorang tersangka atau saksi yang dipanggil memberi alasan yang patut dan wajar bahwa ia tidak dapat datang kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan, penyidik itu datang ke tempat kediamannya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/11).

Kedatangan KPK ke Papua, lanjut Ali, sebagai bentuk upaya serius untuk menuntaskan perkara ini. Sehingga untuk kepastian hukum, harus memastikan kondisi kesehatan tersangka dimaksud.

“Untuk itulah dalam kegiatan pemeriksaannya diikutsertakan pula tim dokter KPK dan IDI,” ucap Ali.

Terkait keikutsertaan keikutsertaan pimpinan, dalam hal ini Ketua KPK Firli Bahuri dalam kegiatan tersebut tentu dalam rangka pelaksanaan tugas pokok fungsi KPK sebagaimana Undang-Undang yang berlaku. Dia menegaskan, kegiatan tersebut dilakukan di tempat terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh berbagai pihak bahkan kemudian dipublikasikan kepada masyarakat.

“Itu semua dalam rangka pelaksanaan asas keterbukaan dan kami pastikan tetap memperhatikan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku termasuk soal kode etik bagi insan KPK,” ujar Ali.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan