Polemik 7 Guru Besar dan Dekan FEB Unhas Berlanjut ke Rapat Senat, Rektor Klaim Sudah Damai

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, FAJAR -- Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa meminta pihak yang berseteru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk menahan diri. Kedua pihak didamaikan secara internal.

Diketahui, tujuh Guru Besar FEB Unhas memilih mengundurkan diri dari kegiatan mengajar setelah mendapatkan intervensi dari Dekan FEB, Prof Abdul Rahman Kadir.

Prof Jamaluddin pun mendudukkan dekan dan ketujuh guru besar tersebut dan meminta mereka untuk saling memaafkan.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Prof JJ itu enggan berkomentar banyak. Ia memilih untuk tidak memberikan tanggapan, karena ingin menyelesaikan secara internal.

Di atas kertas, mereka memang sepakat untuk saling memaafkan. Namun saat coba dikonfirmasi, Dekan FEB Unhas, Prof Abdul Rahman Kadir terkesan menutup diri.

Salah satu guru besar yang mendapatkan intervensi dekan, Prof Siti Haerani mengatakan, masalah ini ditangani oleh rektor. "Maaf, sudah aman dan damai, insyaallah," singkatnya, Kamis, 3 November.

Guru besar lainnya, Prof Muhammad Idrus Taba membenarkan sudah diundang oleh rektor untuk mendamaikan mereka secara institusional di tingkat Rektorat.

Ketujuh guru besar tersebut pun mengeluarkan pernyataan berisikan lima poin penting. Salah satunya, permasalahan ini akan dibicarakan dalam rapat senat fakultas.

Termasuk meminta pertanggungjawaban dekan terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terkait tata kelola organisasi, administratif, akademik, keuangan, kerja sama, dan etika akademik.

Menurut Prof Idrus, hasil rapat senat akan disampaikan kepada rektor. Rapat secepatnya dilakukan, paling lambat pekan kedua November.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan