Terkait Laporan Keuangan Dinas PUTR Sulsel, Satu Saksi Mangkir dalam Pemeriksaan KPK

  • Bagikan
Ilustrasi KPK.--Istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tim Penyidik KPK telah menjadwalkan pemeriksaan 12 saksi di Mako Brimob Polda Sulsel, Kamis, (3/11/2022) kemarin.

12 orang itu diantaranya dua Wakil Ketua DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra yakni Darmawangsa Muin dan Muzayyin Arif dari fraksi PKS.

Kemudian M Gilang Permata dari BPK Perwakilan Sulsel dan Mantan Kepala DPPPA Sulsel Fitri Zainuddin.

Selanjutnya ada Arfa Anwar (wiraswasta), Winarti (PNS), Darusman Idham (PNS), Petrus Alim (Wirasaba), Andi Sudirman alias Karaeng Kodeng (wiraswasta), Kasbi Suriansyah (wiraswasta) Ayub Ali (pensiunan PNS), Julita Rendi (PNS).

Pemeriksaan itu terkait laporan keuangan Dinas PUTR Sulsel.

Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengatakan para saksi yang hadir didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses hingga adanya temuan pemeriksaan LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) TA 2019 dan 2020 di Pemprov Sulsel.

“Diduga ada beberapa temuan yang dikondisikan Tsk AS dan Tim Pemeriksa,” jelas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya yang diterima, Jumat, (4/11/2022).

Hanya saja satu orang mangkir dari panggilan KPK yakni Ayub Ali. Sehingga Ayub Ali akan dijadwalkan ulang.

“Saksi tidak hadir dan masih akan dilakukan penjadwalan pemanggilan kembali,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK telah menahan Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat dan Kontraktor Edy Rahmat.

Kemudian KPK juga telah menetapkan Kepala Perwakilan BPK Sulawesi Tenggara Andy Sonny sebagai tersangka atas dugaan penerimaan suap dalam kasus suap Eks Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan