Tren Kasus Covid-19 akibat Omicron XBB Terus Naik, Positivity Rate Tembus 15,98 Persen

  • Bagikan
ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan mengumumkan tambahan 3 kasus konfirmasi positif Covid-19 subvarian Omicron XBB. Totalnya kini 4 orang. (Dado Ruvic/Reuters/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tren kasus Covid-19 di tanah air mulai naik seiring munculnya subvarian Omicron XBB. Kenaikan kasus terlihat dari angka konfirmasi harian per 3 November yakni sebanyak 4.951 orang terkonfirmasi positif.

Padahal sebelum subvarian XBB menyebar, kasus secara nasional sempat di bawah 2 ribu kasus per hari. Dengan tes yang rendah, positivity rate tercatat naik.

Ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan positivity rate maksimal adalah 5 persen. Namun dengan tes yang rendah yakni 30.988 sehari, Indonesia mencatat positivity rate naik menjadi 15,98 persen.

“Per tanggal 3 November, ada 30 provinsi mengalami peningkatan kasus dalam 1 minggu terakhir, ada 4 provinsi menurun dalam 1 minggu. Terkonfirmasi sebanyak 4.951 dari 30.988 yang dites. Positivity rate 15,98 persen,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril secara virtual, Jumat (4/11).

Ia mengakui, dalam 4 hari terakhir memang terjadi kenaikan kasus hampir 5 ribu kasus sehari. Namun ia menegaskan kenaikan belum signifikan seperti munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

“Saya tegaskan ini kenaikan bukan lonjakan. Kenaikan kasus tidak terlalu tinggi atau signifikan dibanding BA.4 dan BA.5 yang lalu,” jelasnya.

Angka kematian juga naik dari sebelumnya di bawah 20 jiwa kini terakhir sebanyak 42 jiwa meninggal. Meskipun belum ada data yang menyatakan XBB memicu keparahan, kata dia, tetap saja masyarakat harus berhati-hati.

“Kita lihat positivity rate per hari dalam seminggu ada kenaikan, ini karena jumlah tes tak terlalu tinggi. Angka positif jadi naik. Dengan adanya dugaan subvarian baru, kami akan tingkatkan testing,” tegasnya. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan