DPR Dorong Pengguna Narkoba Direhabilitasi, Bukan Dihukum Pidana

  • Bagikan
Anggota DPR RI Fraksi Golkar. Supriansa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Supriansa mendorong agar korban penggunaan narkoba perlu direhabilitasi, bukan malah dihukum pidana.

"Karena ada paham yang harus disamakan pemahaman kita tadi ini, bahwa pengguna narkoba itu adalah korban, kalau dia korban, maka tentu kita terpanggil untuk bagaimana memikirkan untuk menyelamatkan orang ini dari ketergantungan narkoba yang ada. Nah itu lah sehingga lahir istilah bahwa kalau pengguna dibawa ke rehabilitasi," jelas Supriansa saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Legislasi Komisi III DPR RI dengan jajaran Kapolda Kalimantan Tengah, Kepala BNNP Kalimantan Tengah, dan Kajati Kalimantan Tengah, Jumat (4/11/2022).

Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini menambahkan, bahwa dalam undang-undang sebelumnya, korban penggunaan narkoba yang sudah lebih dari dua kali menggunakan narkoba mendapat hukuman pidana.

Namun, dalam revisi undang-undang kali ini, korban pengunaan narkoba tersebut hanya mendapatkan rehabilitasi, sepanjang bukanlah pengedar atau bandar.

"Menurut hasil diskusi tadi, maka meskipun sudah dua kali kedapatan menggunakan narkoba, itu berarti bahwa harus ditingkatkan rehabilitasi yang ada pada diri orang itu sepanjang dia tidak terjebak menjadi penjual narkoba atau masuk dalam kaitan bandar yang ada. Saya kira sepanjang dia bukan penyalur narkotika itu atau jenis narkoba, maka itu bisa dipikirkan untuk direhabilitasi kalau semata-mata dia pengguna," imbuh Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Oleh karena itu, terkait rehabilitasi sendiri, Supriansa mengusulkan dibentuknya tempat rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat kota/kabupaten.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan