Kader Demokrat Bilang Derita Orang Miskin di Zaman Jokowi Makin Komplit

  • Bagikan
Politikus Partai Demokrat, Ardi Wirdamulia. (@awemany). --

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader Partai Demokrat Ardi Wirdamulia mengatakan, hidup sebagai orang miskin di zaman Presiden Joko Widodo (Koko) betul-betul menyulitkan.

“Jadi orang miskin di jaman Jokowi ini emang susah,” ucapnya dalam unggahannya, Sabtu, (5/11/2022).

Dia menyinggung soal tiga kebijakan pemerintah yang menggerogoti rakyat seperti kenaikan BBM.

BBM resmi naik pada 3 September lalu. Kenaikan harga pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000. Sementara solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 perliter. Pertamax non subsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500

Selain BBM, dia juga menyindir penyetopan siaran televisi (TV) analog.

Sesuai pasal 60A Undang-Undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pelaksanaan penghentian siaran televisi analog terestrial atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) secara nasional dilaksanakan paling lambat pada tanggal 2 November 2022.

Untuk siaran TV Analog di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dilaksanakan ASO atau berhenti mulai 5 Oktober 2022. Siaran TV selanjutnya beralih ke sistem siaran TV Digital.

Tak hanya itu, Ardi juga menyinggung soal kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar 10 persen pada 2023 dan 2024. Kenaikan itu diumumkan pada 3 November lalu.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah, cari duit susah. Harga-harga terkerek tinggi karena BBM naik. Udah gitu hiburan rakyatnya dimatikan. Disuruh beli set box agar bisa terima TV digital. Cukai rokok naik pula. Deritanya komplit,” imbuhnya. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan