LPSK Temui AKBP Dody Cs di Polres Metro Jakarta Selatan

  • Bagikan
Adriel Viari Purba, pengacara AKBP Dody Prawiranegara, menuturkan LPSK selanjutnya akan menelaah permohonan yang diajukan Dody dan kawan-kawan. Setelah itu, akan digelar rapat paripurna untuk menentukan keputusan akhir. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- AKBP Dody Prawiranegara mengajukan permohonan perlindungan dan juctice collaborator (JC) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK pun telah menemui AKBP Dody Prawiranegara dan kawan-kawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan Pengacara Dody dan kawan-kawan, Adriel Viari Purba, di Jakarta, Sabtu (5/11). “Pertemuan itu dari siang hingga sore. Setelah itu, petugas LPSK itu menyatakan berkas lengkap,” kata Pengacara Dody dan kawan-kawan, Adriel Viari Purba di Jakarta, Sabtu (5/11).

Dia berharap, LPSK akan menelaah permohonan yang diajukan Dody dan kawan-kawan. Setelah itu, akan digelar rapat paripurna untuk menentukan keputusan akhir.

Permohonan perlindungan dan sebagai JC untuk kliennya, bebernya, itu penting mengingat tersangka lainnya seperti Teddy Minahasa masih berstatus sebagai jenderal aktif.

Dengan kata lain, kata Adriel Viari Purba, kliennya akan kesulitan mengungkap kebenaran perkara ini apabila tidak dijadikan sebagai JC dan mendapatkan perlindungan dari LPSK.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya adalah polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan