Apotek Masih Ada yang Berani Jual Obat Sirup, Kemenkes Bereaksi Begini

  • Bagikan
ILUSTRASI OBAT SIRUP. Terkait ginjal akut, tak hanya obat-obatan untuk anak, orang dewasa pun diminta untuk tidak mengonsumsi obat cair dan sirup. Lalu bagaimana solusi alternatifnya jika sakit? (Sutterstock)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Meski dalam beberapa hari tidak ada lagi kasus baru gangguan ginjal akut pada anak, tetapi pada tanggal 29 Oktober hingga 2 November masih ada laporan kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Dan ternyata penyebabnya adalah sang anak minum obat sirop dari apotek yang menjual obat tak aman di luar daftar 156 obat aman yang diumumkan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat aman artinya bebas dari cemaran Etilena Glikol dan Dietilena Glikol (EG dan DEG) atau masih di bawah ambang batas.

Padahalan larangan minum obat sirop dan penjualan di apotek serta nakes sudah diberlakukan sejak 18 Oktober oleh Kemenkes. Nyatanya, masih ada apotek yang menjual obat sirop dengan adanya kasus yang ditemukan pada 29 Oktober hingga 2 November.

’’Kasus baru dari 29 Oktober sampai 2 November itu karena si anak masih konsumsi obat dari apotek,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril kepada JawaPos.com, Senin (7/11).

Syahril menegaskan Dinkes masing-masing kabupaten kota harus bisa mengantisipasi ketat, termasuk pengawasan pada klinik, apotek, dan toko obat. Pasalnya, kata dia, terbukti sejak adanya larangan penggunaan obat sirop, kasus semakin menurun dan bahkan tidak ada lagi kasus baru pada 2–6 November.

’’Memang sudah kami umumkan ya, melarang seluruh apotek, dokter, sementara untuk tidak menggunakan obat sirop. Selama itu tetap dilarang, maka semua tak boleh menggunakan,” jelas Syahril.

Apotek-apotek yang ketahuan masih menjual obat sirop di luar daftar obat yang aman, maka diberi peringatan. Kemenkes sudah menelusuri apotek tersebut dan diberikan peringatan keras. Sudah kami telusuri dan kami berikan peringatan ya kepada apotek di provinsi dan kabupaten kota yang masih menjual obat sirop di luar 156 daftar yang aman,” jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama antara FAJAR.CO.ID dengan JAWAPOS.COM. Segala hal yang terkait dengan artikel ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari JAWAPOS.COM.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan