Kejahatan Jalanan Kembali Marak, Makassar Harus Aman

  • Bagikan
Ilustrasi kejahatan jalanan di Makassar selama 2022

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sepekan terakhir kejahatan jalanan kembali marak. Masyarakat ketakutan beraktivitas di malam hari. Makassar seharusnya aman.

Tidak sedikit korban berjatuhan. Bahkan ada yang meninggal dunia. Begal, tawuran, dan pembusuran sangat mengganggu mobilitas warga.

Sebut saja peristiwa yang terjadi baru-baru ini di Jl Pattukangan, Kecamatan Tamalate, Kamis, 3 November, sekira pukul 01.00 Wita.

Dua pria bernama Muh Asis Kamaruddin (21) dan Muh Amar Siddiq (17) ditemukan tewas usai terlibat saling serang menggunakan senjata tajam jenis busur.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, mengakui kejahatan jalanan belakangan ini memang meningkat. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan yang ditangani Satuan Reskrim Polrestabes Makassar.

Hanya saja, ia mengklaim belum begitu memberikan pengaruh signifikan terhadap situasi kamtibmas. Menurut Budhi, rata-rata motif pelaku adalah dendam pribadi maupun kesulitan ekonomi. Bukan teror yang benar-benar mengancam keamanan masyarakat.

Misalnya, peritiwa yang terjadi di Jl Pattukangan. Setelah dua pelaku berinisial A (23) dan MA (19) diamankan, ternyata motif mereka melakukan pembusuran adalah dendam terkait asmara.

Korban dan pelaku terlibat perselisihan karena memperebutkan perempuan. Korban sempat ingin membusur pelaku. Namun pelaku balik mengejar dan membusur korban dari atas motor hingga akhirnya terjatuh, dan dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi bukan kriminal yang meneror kamtibmas, tetapi kriminal yang motifnya dendam dan ekonomi," tukas Budhi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan